Islamic College for Advanced Studies (ICAS) awalnya didirikan di London, Inggris, Tahun 1999. Kemudian berkembang dengan membuka cabang di beberapa negara. ICAS mendirikan cabang di Jakarta pada tahun 2002. Hingga kini, ICAS telah mengembangkan pendidikan dan penelitian pemikiran Islam dengan pendekatan rasional, ilmiah dan filosofis, yang fokus pada kajian filsafat dan Tasawuf. Bekerjasama dengan Universitas Paramadina, ICAS membuka dua program magister (S2), yaitu program studi Filsafat Islam (Islamic Philosophy) dan Tasawuf (Islamic mysticism). ICAS berupaya menyediakan pendidikan terpadu mengenai Islam dengan mempertajam pemikiran dan peradaban Islam berbasis Filsafat Islam dan Tasawuf, yang kemudian diperkuat dengan komparasi pemikiran kontemporer. Pembukaan kedua program di atas, berangkat dari realitas belum adanya lembaga di Indonesia yang secara spesifik mencurahkan fokus perhatiannya pada bidang Ilmu Filsafat Islam dan Tasawuf, yang merupakan pilar dasar keilmuan, peradaban dan tradisi Islam. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa Islam memiliki khazanah yang sangat tidak terbatas dalam kedua bidang tersebut, yang sayangnya belum tergali secara baik, khususnya di Indonesia. Karena itu mutlak dibutuhkan adanya Institusi pendidikan yang dapat menjadikan dirinya sebagai pusat bagi penelitian dan pengembangan Filsafat Islam dan Tasawuf. Indonesia memiliki potensi untuk itu, mengingat kekayaan khazanah tradisional lokal yang ada, serta potensi calon-calon pemikir Islam yang tidak terbatas. Dengan potensi yang ada, memberikan optimisme bahwa dengan sebuah kesungguhan, institusi ini akan menjadi salah satu institusi Pendidikan Islam yang dapat memberikan kontribusi terhadap peradaban di dunia Islam secara internasional dalam masa sepuluh tahun ke depan. Visi ini diperkuat dengan dukungan pemerintah (BAN-PT Depdiknas) dalam bentuk pemberian Akreditasi B pada tahun 2011 untuk kedua program studi tersebut.
Dialog merupakan pendekatan kunci dalam seluruh program ICAS. Guna memberi nilai tambah dalam membangun sebuah dialog yang seimbang antara peradaban Islam dan peradaban lainnya di dunia, ICAS berupaya untuk membina dialog antara filsafat dan agama, filsafat dan sains, agama dan sains, filsafat dan tasawuf, atau tasawuf dan fiqh/syari’ah. ICAS meyakini 2 bahwa pendekatan yang rasional, filosofis dan irfani dalam beragama, khususnya dalam kajian ke-Islaman akan sangat bermanfaat untuk keperluan tersebut.


Profil Islamic College













